08/08/10

Blurry eyes

Makin lama makin malas buat nulis. Malas ngetik.
Tapi kali ini saya pengin buat postingan tentang apa yang barusan saya tonton dan baca 15 hari belakangan bulan Juli terakhir. Kenapa 15 hari belakangan? karna dari tanggal 1 sampe 15 sama sekali gak ada nonton.
Tulisan ini dibantu oleh note saya sebagai pengingat tanggal kejadiannya (aneh gak tiap nonton harus dicatet?). Yak, jadi intinya sekarang saya cuma mau ngetik aje. Apa gunanya? setidaknya postingan blog betambah satu. x)

Jumat, 16 Juli 2010
Jam 8 malam, saya nonton I Wanna Hold Your Hand dilaptop. Filmnya udah lama nganggur tapi tiba-tiba pengin muterin. Sebenarnya saya gak berniat buat nonton, saya cuma penasaran dengan adegan awalnya doang sih.
Karna di awalnya aja udah lucu bangget, jadinya keterusan. Akhirnya selese dalam waktu dua jam. Seharusnya satu setengah jam aja, tapi saya kebanyakan ngulangin adegan-adegannyanya. Ahaha.
Oh ya, saya bikin tulisan kek gini gak mau buat gimana ceritanya. Jadi nonton yee.
Tapi film ini tentang... tau kan? I Wanna Hold Your Hand. Pasti pernah dengar titelnya. Yap, ini mengenai the Beatles. Bukan. Bukan kisah mereka. Ini tentang para fanatiknya the Beatles. Fiksi tapi.
Nilai plus dari film I Wanna Hold Your Hand ialah... berhasil bikin saya ngakak terus-terusan. Kyahahaha.
Myrate: 7.2

Sabtu, 17 Juli 2010
Jiah. Banyak koleksi saya yang masih tersimpan. Gak 'tersentuh' sama sekali. Dan saya mutusin buat nonton Chapter 27. Tentang pembunuh John Lennon, si... (lupa aku, gugling dulu ah)... Mark David Chapman. 
Saya suka akting Jared Letto nya. Total menurut saya. Apalagi... wtf?! gembrot kali badannya. Hm. Sekarang kurus lagi pasti. Hebat ya?
Oh yaw, seingat saya judulnya Chapter 27 karna, dalam buku The Catcher in the Rye ada 26 chapter. Dia sangat terobsesi dengan buku ini, so, istilahnya Chapter 27 nya itu adalah sewaktu dia membunuh John Lennon, si legenda dunia.
Satu quote yang masih teringat dikepalaku:
Mark David Chapman: "What I really love about a song or a book, if it's really good. I mean if the writer is really talking to you. Then you feel like they're this really great friend of yours, and you can just call them up on the phone whenever you want."
Berkesan aja gitu.
Myrate: 7

Rabu, 21 Juli 2010
Masih berhubungan dengan The Beatles. Saya nonton Backbeat dilaptop. Mengisahkan The Beatles. Difokuskan pada (gak, bukan John Lennon atopun Paul McCartney), tapi Stuart Sutcliffe nya. Ceritanya tentang hubungan dia dengan Astrid Kirchherr, wanita yang membuatnya tergila-tergila dan John Lennon, sahabatnya.
Film ini saya tonton dengan bahasa Prancis. Kayanya bukan bahasa asli filmnya lah. Lucu bahasa Prancis dikuping aku.
Disturbing scene difilm ini adalah... adegan sex dan naked yang gak terhitung.
Myrate: 7.5

Jumat, 23 Juli 2010
Hari ini saya beli kira-kira, hm, 5 dvdan. Nontonnya jam 11 malem. Film yang saya puter pertama adalah... New Moon. Gila ya? padahal Eclipse udah lama rilis, tapi saya masih nonton New Moon?! Wakakaka.
Cukup menghibur.
Taukah kamu berapa film ini kubeli? Limabelas rebo. Hoek. Padahal yang empat laennya cuma enam ribu, itulah karna saking niatnya saya nonton ni film, walopun saya harus menyisihkan sembilan ribu rupiah lebih banyak dan meskipun orang-orang pada mengutuk filmnya.
I don't care. Tujuan utama nonton kan untuk menghibur.
Myrate: 6 (Kok pelit kali kau? katanya asehk?? sukak akulah. Film yang menghibur belom tentu bagus).
Yang patut kuhina di film ini adalah (akting) Edward Culun dan scene-scene yang bikin aku malu (senyam-senyum gaje). Banyak sekali adegan cheesy-nya! 

Minggu, 25 Juli 2010
Lagi gak males alias sangat bosan, pengin nonton. Akhirnya ngidupin teve+dvd player lalu masukin dvd The Road
Komen: film yang sangat bagus dan kelam yang saya tonton di taon 2010. Tapi ini film 2009.
Meski bagus, banyak yang mengganggu di film ini, yaitu anaknya. Sebelumnya saya 'disadarkan' oleh kakak saya. Dia bilang, "Ihh nyemak kali anaknya! teriak terus! sok baek pun." Saya masih maklumin karna kan anaknya emang saleh. But, lama kelamaan kebangetan juga. Gerem jadinya. :O
Karna penasaran dengan penilaian orang-orang, saya liat ratingnya di IMDb. Baca di boards nya... jajajajaja, banyak yang benci anaknya ternyata.
It's okay, tetap saja filmnya telah membuat saya ternganga (karna takut). Terutama saat adegan, ups, spoiler dikit, di bawah tanah gitu (doh, merinding aku ngetiknya), pas ada manusia-manusia, yang (ngeri bah) kerempeng sekali. Nonton saja.
Oh fyi, this movie is based on book by Cormac McCarthy who is the writer of No Country for Old Men. Parah.
Myrate: 8.1 (aku sungguh masih bingung dengan keadaan di film ini, kirain bakal dijelaskan kenapa semua itu terjadi, ato emang udah ya). 

Selasa, 27 Juli 2010 
Film ketiga yang baru-baru kubeli, The Ghost Writer, belon kutonton ampe abis. Ketiduran. Masih 10 menit padahal. Ngantoks.
I'll tell you why I don't want to know where you are
I got a joke I've been dying to tell you
The silent kid is looking down the barrel
To make the noise that I kept so quiet
I kept it from you, pitseleh
Maksudnya apa?
Gak, nyanyi aja. 

Jumat, 30 Juli 2010 
Ngelanjuti The Ghost Writer, tapi ngulang dari awal lagi, gak fokus soalnya semalam. 1. 10. 20. 30. 40. 50.
Beh, cuma bertahan 50 menitan. Capek. Apa penyebabnya pun aku ragu Entah kepala aku yang pening ato akunya kurang tidur. Entah. Mungkin, kurang tidur menyebabkan kepala pening. Pasti. 

Minggu, 8 Agustus
Banyak alasan yang buat aku males nonton. Sampe sekarang The Ghost Writer belum kulanjutin. Dan 2 dvd lainnya masih terdiam.

***

Untuk yang kubaca dibulan Juli adalah Biola Tak Berdawai. Lupa tanggalnya berapa, yang jelas waktu itu aku beli 3 buku.
Yang anehnya, pas baca buku ini, ada sesuatu yang mengingatkan aku dengan pelajaran sejarah. Soalnya semalamnya lagi belajar sejarah mengenai Pandawa dan Kurawa, dan dibuku ini banyak sekali diselipin kisah-kisah perwayangan, de el el, dan salah satunya Pandawa (5 bersaudara) dan Kurawa (100 bersaudara) itu. Nah? ingat aku kan. Huahaha.
Buku ini ditulis berdasarkan dari film Biola Tak Berdawai yang diperankan oleh Ria Irawan dan Nicolas Saputra. Pemeran si Dewa nya gak tau, karna saya juga belom nonton. Penasaran lahh.
Kisahnya tentang Dewa, anak tunadaksa yang... blablabla.
Intinya ini buku yang wajib dibaca semua umat.
Myrate: 8.5 

P.S. Thanks buat yang baca. Untuk kalimat yang gak nyambong harap dimaklumi. Saya masih berusaha buat menulis yang masih mengikuti jalur. [?]

3 komentar:

  1. Wah Anda punya banyak referensi film The Beatles ya, bagus2.

    Saya tertarik dengan quote Mark David Chapman di tulisan ini, i think he's right about this and thank you for killing John Lennon.

    Kalo The Road saya belum nonton filmnya sih, cuma di versi novelnya saya justru merasa simpatik sama si anak sebagai tokoh yang lugu namun harus menjalani kerasnya hidup di dunia yang sudah berantakan. Mungkin ada perubahan karakter buat versi adaptasi filmnya ya mangkanya si anak jadi lebih nyebelin. Oya, di novelnya juga emang ngga pernah ada penjelasan tentang apa yang menyebabkan bumi jadi seperti itu, pengarangnya memang sengaja menaruh setting demikian mungkin agar lebih terkesan dingin, dramatis, dan menegangkan, setidaknya itu yang saya tangkap :)

    BalasHapus
  2. ha? thanks for killing John Lennon?
    bingung.

    wah, saya kira anda udah nonton.

    The Road yang anda baca versi terjemahan atau english? kalo terjemahan, terbitan gramedia kah?

    iya sih. tapi terasa aneh aja jadinya tanpa penjelasan gitu.

    BalasHapus
  3. well it is a cool way to finish life by get killed, and John got that privilege i guess.

    Versi Indonesia, iya terbitan gramedia

    BalasHapus