14/12/16

Dengan berakhirnya ketikan ini, kuharap menjadi closure

Saya sakit
sakit hati
sumpah
sakit banget
ga pernah saya di-php-in sebegitu parahnya
mungkin pernah
tapi saya lupa
dan ini
ga akan mungkin saya lupakan.

Saya benci
saya frustasi
saya ga bisa move on!

Anehnya
obyek yang sedang saya bicarain ini
bukan seseorang yang saya kenal secara pribadi
karna dia sangat populer
terutama di kalangan manusia-manusia nganggur kayak saya
yang rela menghabiskan sekian banyak waktu untuk bertemu dengannya
atau
sekadar menyapanya dengan singkat dan segan

Siapa dia kalo anda pengen tau?

06/11/16

Black hole

What is a black hole?
It's obviously a hole, looked black, and let's say it's big.
It's some kind of place where you put a piece of yourself and keep it there.
A piece that complete you as a human being, but the problem is, it is a piece that you don't want other people to see.
It is a mysterious part of yourself, a dark side.
It's your secret.
No one knows it but you.
But somehow, even though you really don't want anyone to know, you just want them to at least have a hint that you have one.
One little secret that is honestly a big thing to you, of you.

31/10/16

Get along

Apa impian saya?
Supaya ga lupa, ada baiknya saya catat.

Sejujurnya dari segi materiil, yang benar-benar saya impikan itu ga ada (karena yang saya butuhkan hanya cinta, ceileh, serius tapi). Maksudnya yang sampe bikin saya tersiksa batin karna begitu memikirkannya (impian itu), belum ada.

Tapi mungkin karena setiap orang butuh impian nyata untuk memotivasi dirinya dalam menjalankan hidup, maka sebaiknya saya pun juga harus mulai memikirkan dan meresapi impian itu sendiri. Dalam arti mengadakan impian itu dan membuat saya tersiksa bila belum mencapainya (dilihat secara positif), agar hidup ini dapat lebih terarah dan berguna.

Jadi apa saja?

17/07/16

Yts

Sayang

Sayangku

Kau yang kusayang

Hatimu yang kutimang

Tahukah kau

Apa yang kutahu

Tidak

Karena aku belum memberi tahu

Aku ingin kau yang mencari tahu

Kusayang

Engkau

18/06/16

Max Havelaar, Multatli, "nama-nama" yang sering kudengar saat duduk di bangku sekolah dasar

Max Havelaar
Sebuah cerita di dalam cerita. Ada banyak cerita. Penyampaian cerita yang spontan, emosional, dan acak. Fiksi yang jauh lebih nyata. Karena terinspirasi dari kisah nyata. Memang nyata. Dan karenanya tertulis dan tersampaikan begitu nyata. Oleh Douwes Dekker yang sudah belasan tahun tinggal di Hindia. Sebutan Indonesia kala masih dijajah Belanda.
Saat pertama kali munculnya buku ini, Douwes Dekker menggunakan nama pena Multatuli. Pada epilog, ia dengan lantang menyuarakan kegeramannya terhadap pemerintah Belanda, pemerintah negara penjajah, juga terhadap pejabat-pejabat pribumi yang juga berada di kekuasaan penjajah -yang jauh lebih penjajah lagi, tapi padahal dijajah- yang sangat sering bertindak zalim kepada rakyat, Ini sama lantangnya ketika ia menceritakan itu semua melalui karakter-karakter yang ia buat, Droogstoppel yang menjijikkan, Max Havelaar yang adalah sosok adil tapi dikerdilkan, Tine yang bagai tanpa cela, Max kecil (anak Havelaar dan Tine) yang tak bisa kukomentari, para pejabat Hindia Belanda yang…ah sudahlah.