“Be kind, for everyone you meet is fighting a
hard battle.” -Ian Maclaren
28/03/20
02/07/19
Kenali diriku
29/05/19
KKN: kuliah, kerja nyantai
Waktu mengikuti KKN di Sungai Utik tahun 2015 dulu, saya punya total 6 kegiatan yang betul-betul saya banggakan. Mengapa? Pertama, karena saya yakin telah merancang kegiatannya dengan matang; Kedua, saya merasa sudah melaksanakan setiap kegiatan seoptimal yang saya mampu, dan; Terakhir, saya telah melunasi semua "utang" saya paska kegiatan: output. Dari 6 kegiatan itu, terdapat 2 kegiatan yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang saya ambil: Ilmu Hukum, dan 4 kegiatan yang lebih "bebas". Bebas dalam arti tidak harus berkaitan dengan ilmu hukum. Tentunya yang terakhir ini lebih menyenangkan dan tidak membuat saya begitu tertekan (secara moral). Apalagi pada saat itu saya satu-satunya anak fakultas Hukum yang dimiliki unit KKN tersebut. Tapi untunglah, tidak ada masalah yang berarti saat menjalankan 2 kegiatan yang berbau hukum itu.
05/03/19
Keluarga?
Dulu aku pernah punya keluarga
Namanya ada lah
Di sana aku tidak hanya menemukan arti rumah
Tapi juga tempat di mana diriku diasah
Menjadi manusia di antara berbagai macam manusia
Yang sepatutnya kusebut sebagai saudara
Mungkin tanpa mereka aku tetap adalah manusia
Tetapi manusia yang berbeda
Entah lah apa jadinya, mungkin aku tidak begitu suka
Banyak emosi yang aku alami di sana
Benci, marah, suka, duka, bahagia, bercampuraduk rasa
Mau apa pun itu, aku tak pernah merasa tidak bangga
Menjadi bagian dari mereka yang rutin menjalani hidup di sepetak ruang sederhana
Namanya ada lah
Di sana aku tidak hanya menemukan arti rumah
Tapi juga tempat di mana diriku diasah
Menjadi manusia di antara berbagai macam manusia
Yang sepatutnya kusebut sebagai saudara
Mungkin tanpa mereka aku tetap adalah manusia
Tetapi manusia yang berbeda
Entah lah apa jadinya, mungkin aku tidak begitu suka
Banyak emosi yang aku alami di sana
Benci, marah, suka, duka, bahagia, bercampuraduk rasa
Mau apa pun itu, aku tak pernah merasa tidak bangga
Menjadi bagian dari mereka yang rutin menjalani hidup di sepetak ruang sederhana
22/12/18
Madre mia
Ibu, atau dlm bahasa keseharian yg sejak kecil sampai sekarang
kupanggil Mamak, adalah seseorang yg rumit.
Ia bisa jadi orang yg sangat kusayang, bisa pula yg kubenci. Di lain
waktu, pun pd saat yg bersamaan.
Banyak perbedaan yg aku dan Mamak miliki, sama banyaknya dgn segala
persamaan yg ada di antara kami.
Seperti dlm hal peliharaan.
Waktuku bocah, aku punya banyak binatang. Jenisnya pun beragam. Dari
kucing bernama Teti yg mati makan racun tikus, ayam teletubbies yg sering
kubeli (namun yg plg berkesan di hati adalah si Tonjang), kura-kura yg hingga
saat ini masih hidup, kelinci yg tak pernah panjang umur, burung yg sangat kukasihi
bernama Buyung, hamster yg terus2an beranak pinak, hingga Kukang yg aku baru
tahu beberapa tahun kemudian kalau itu hewan dilindungi. Mereka semua kurawat
bersama kakakku. Meski aku lebih sering menggemas ketimbang merawat.
Langganan:
Postingan (Atom)
