18/12/15

Grave of the firefies

The film is opened with Seita narrating, says that he died at September 27, 1945.

The scene switches when Seita sits leaning helplessly with ragged clothes at the railway station. That time the war is over. He falls down. He thinks of his sister, Setsuko.

Pidana mati: setuju atau tidak setuju?

Pembahasan tentang pidana mati dapat diibaratkan seperti air sungai yang selalu mengalir dari hulu ke hilir, tidak ada habisnya. Setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing terhadap pidana mati, baik menyetujuinya, menentangnya, ataupun di antaranya. Adanya pro dan kontra atas suatu obyek, dalam hal ini pidana mati, adalah sesuatu yang wajar mengingat pada dasarnya manusia adalah makhluk hidup yang memiliki akal dan rasio yang tentunya tidak dapat disamakan satu dengan yang lainnya. Jadi, bisa dikatakan inilah yang membuat manusia lebih spesial bila dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Pun untuk saya pribadi yang termasuk satu dari sekian banyaknya manusia-manusia itu.

Secara sederhana, pidana mati dapat dikatakan sebagai hukuman paling berat terhadap seseorang akibat dari perbuatannya yang dijatuhkan melalui pengadilan atau tanpa pengadilan. Hukuman terberat dikarenakan menyangkut nyawa seseorang itu. Tata cara pelaksanaan pidana mati pun bermacam-macam dan di Indonesia sendiri prinsipnya dilakukan dengan cara ditembak sampai mati berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati Yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan Di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer.

13/12/15

An introduction to a once-in-a-lifetime experience

 
Setelah melalui perjalanan selama 2 jam dari Putussibau, sebuah kabupaten kecil di Kalimantan Barat, setelah sebelumnya pula berada di bus selama 17 jam perjalanan panjang dari Pontianak menuju Putussibau, tibalah kami 26 mahasiswa KKN KTB-2 UGM pada awal Juli 2015, di sebuah wilayah yang terletak masuk di pinggir jalan bernama Sungai Utik. Sungai Utik merupakan satu dari dua dusun yang berada di Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Dusun lainnya adalah dusun Pulan yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari dusun Sungai Utik ini.

Pandangan mata tertuju pertama kali pada sebuah rumah, rumah yang cukup panjang yang dikenal sebagai rumah betang. Rumah yang benar-benar terlihat begitu otentik nilai budayanya dan karenanya oleh pemerintah pun sudah ditetapkan menjadi cagar budaya. Di situlah tempat tinggal sebagian besar masyarakatnya. Ada bangunan sekolah dengan hamparan rumput hijau yang sangat luas, gereja, dan ada pula warung.

07/12/15

Dari dasar laut

I love you

even when you don't count me in at all

it hurts

when you're going with someone else who admires you as much as I do

you know

this has already happened to me before

and yeah

they are still together now

but

19/10/15

Tips KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Musim KKN telah berakhir, khususnya bagi para mahasiswa yang masih menduduki bangku kuliah di kampus (yang katanya) kerakyatan, Universitas Gadjah Mada. KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah suatu periode dalam masa perkuliahan dimana kamu dituntut untuk terjun langsung ke dalam masyarakat untuk menerapkan ataupun mentransfer hal-hal yang pernah kamu dapatkan selama menjadi mahasiswa. Bukan hanya itu, pada masa KKN itu pula dirimu akan diuji untuk bertahan dalam menghadapi berbagai macam situasi. Inilah yang sering dikatakan oleh banyak orang yang pernah mengalami KKN sebagai salah satu manfaat dari KKN itu sendiri, yaitu untuk mempersiapkan diri menghadapi realita sesungguhnya di dunia kerja yang tentunya lebih keras.

Untuk kamu-kamu yang akan melaksanakan KKN, khususnya pada periode antar semester selanjutnya, kali ini TIKUS (Tips Khusus untuk Semua) akan mencoba memberikan beberapa tips KKN yang (semoga saja) akan berguna di masa mendatang.

18/10/15

Kabut asap

Jika kau mencintai seseorang
cintailah dengan tulus
karena ketulusan bisa mengikis keegoisan

Tapi apa arti cinta tanpa rasa egois?

Bukankah ketika seseorang mencintai, ia sudah berbuat egois?
tidak peduli dengan orang lain bahkan dengan orang yang menjadi obyek cintanya itu sendiri
hanya dipuaskan dengan kenikmatan mencinta
terlena, berangan-angan jauh
tidak perlu tahu apa akan berlabuh

Jadi bagaimana cinta tanpa rasa egois itu?
apa harus seperti pernyataan "cinta tak harus memiliki"?

Sungguh aku rasa orang-orang yang mengamini pernyataan itu amat menyedihkan
karena di setiap waktunya hanya berlarut-larut dalam kemelankolisan, ketidakberdayaan, dan kemunafikan

Desember 2014

25/06/15

Lemah

Terkadang di setiap kelemahan yang kita miliki, sebagian kita tidak ingin orang lain tahu sama sekali dan sebagian lagi kita ingin agar orang lain tahu. Tidak ingin ada yang tahu karena takut kelemahan yang kita punya itu akan dijadikan senjata untuk memojokkan kita dalam hal tertentu, dan membiarkan kelemahan kita itu diketahui karena adanya kebutuhan akan rasa simpati dari orang lain.

23/06/15

Tubuh Sehat, Hidup Mantap

Banyak orang kesal dengan ukuran tubuhnya yang katanya “kegedean”, bahkan tak jarang dengan ukuran yang bila dilihat orang lain sudah idealpun masih sering terdengar keluhan dari si empunya tubuh. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah dengan pedulinya mereka terhadap ukuran tubuhnya berarti mereka juga memperhatikan kesehatan tubuhnya itu? Tidak selalu.

Orang-orang terlalu terlena untuk menurunkan berat badan sebanyak mungkin dengan waktu sesingkat mungkin. Mungkin ini perihal “kalo bisa turun cepat kenapa harus nyobain yang lama?” Ya, bisa saja berat badan mereka turun seketika. Namun sama dengan hal-hal lainnya di kehidupan ini, sesuatu yang didapat dengan instan akan berlangsung dan berakhir dengan instan pula. Apalagi ditambah dengan kerugian yang akan diterima tubuh itu sendiri seiring dengan berjalannya waktu, dan pada akhirnya akan mengganggu seseorang dalam beraktivitas.

Oleh karena itu, pada tajuk “TIKUS (Tips Khusus untuk Semua)” kali ini, kami akan memaparkan kepada para pembaca tentang hal-hal apa saja yang bisa dilakukan agar memiliki tubuh yang sehat. Let’s check this out then:

22/06/15

Cerita The Edge (1997)

Malam mungkin adalah waktu yang paling menyenangkan untuk berada di sekre. Hawa sejuk angin malam, suasana kampus yang tidak begitu ramai, wi-fi yang kencang meski jarang terjangkau di sekre, kadang ditemani lagu-lagu yang diputar melalui speaker dengan volume yang kebangetan, atau nyanyian dengan iringan gitar oleh para penghuni sekre. Dan satu lagi yang tak pernah habis, adalah obrolan-obrolan tentang apa saja yang bahkan sering diulang-ulang, yang bosan tak bosan tetap saja diperdengarkan dan diperbincangkan. Obrolan yang tak pernah habis itu termasuk obrolan mengenai film.

Mas Suwung, seorang anggota luar biasa Majestic-55, tiba-tiba membicarakan tentang sebuah film yang dianggapnya bagus, yang bertemakan survival. Dengan gayanya yang khas, terbata-bata ia mengatakan, “Anak GH (re: gunung hutan) wajib nonton film ini.” Sebenarnya saya tidak terlalu ingin tahu tentang filmnya, tapi besok-besoknya ia masih saja menceritakan tentang kekagumannya terhadap film tersebut. Saya pun coba mengetikkan “The Edge” di google. Di sebelah saya Mas Suwung melongokan kepalanya ke arah laptop, ia terlihat bersemangat. Ia pun bertanya, “Ada po filmnya di internet? Bisa didownload po? Film lama banget itu.” Sambil menahan ketawa saya membalas, “Mas, mas, di internet film setua apapun ada, yang penting koneksinya aja nih.” Ia pun puas saat saya berhasil mendapatkan download link film tersebut di torrent. Baru saya ketahui ia menontonnya pertama dan terakhir kali pada 2011 lalu.

Akhirnya dua hari kemudian filmnya selesai diunduh. Tidak, saya tidak segila itu menunggu dua hari hanya untuk mengunduh sebuah film. Tentu saja saya meng-resume-nya saat mengaktifkan laptop dan kebetulan ada koneksi. Ketika mas Suwung ada di sekre, saya segera melapor padanya. Tak sabar, ia meminta untuk menonton saat itu juga. Dan kami pun mulai menonton film tersebut, yang sampai ceritanya berakhir masih dengan setia ditemani oleh Kaka Sarno.

Jadi begini ceritanya saudara-saudara,

mer-ba-bu: Merekah Bersama "Gunung Ibu"

“Salam rimba!”, begitulah salam yang cukup sering terucap oleh kalangan pecinta alam. Singkat cerita, asal mula lahirnya organisasi pecinta alam di Indonesia adalah karena adanya beberapa pemuda pemudi yang senang berkegiatan di alam, terutama gunung, yang kemudian membentuk sebuah organisasi MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam). Kata “MAPALA” ini sebenarnya dicetus oleh mahasiswa-mahasiswa UI yang hingga sekarang menjadi singkatan umum bagi organisasi pecinta alam baik di tingkat universitas, fakultas, maupun jurusan. Hingga sekarang kegiatan para pecinta alam ini semakin berkembang, tidak hanya naik gunung, tetapi juga panjat tebing, turun goa, arung jeram, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kegiatan naik gunung (re: divisi gunung-hutan) merupakan awal dan trigger dalam perkembangan organisasi pecinta alam di Indonesia.

Salam rimba! saya ucapkan kepada saudara sekalian di manapun anda berada. Di sini saya ingin bercerita tentang kegiatan yang baru beberapa bulan lalu dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan proker (program kerja) pertama divisi gunung-hutan dan saya kebetulan selaku koordinator divisinya. Dalam proker ini rencananya kami sekalian melakukan survey Diksar XXIX di samping memenuhi materi yang ingin dicapai. Dimulai dari rapat mingguan Majestic-55 yang salah satu agendanya adalah proker mendatang, maka sesuai dengan proposal yang sudah dirancang, kegiatan gunung-hutan pertama ini akan dilakukan di gunung Merbabu pada tanggal 27 - 28 September 2014. Di situ seperti biasa pengurus membentuk kepanitiaan kecil, membuat list peralatan yang masih kurang, menyusun jadwal rinci, dan membicarakan teknis di lapangannya.

Sesudah mempersiapkan segala alat-alat dan logistik yang diperlukan selama kurang lebih seminggu dan packing di carrier, siaplah kami para pengurus untuk berangkat. Sebelumnya briefing dulu untuk di perjalanan, lalu berdoa bersama demi kelancaran kegiatan, dan sudah menjadi tradisi bagi kami anggota Majestic-55 untuk menyanyikan hymne Majestic-55. Berlanjut dengan pamit serta bersalaman dengan mas-mas dan mbak-mbak yang berada di sekre. And we’re good to go!

15/05/15

You know what I mean

I, I can't take things slowly
Come let away, that's what they all do
Help me, cause I'm feeling shaky
Tell me what's wrong with my brain
Cause I seem to have lost it

Cause I am afraid of the light
Yeah, you know what I mean
And I can't sleep alone at night
Yeah, you know what I mean

Lonely, that's not quite my problem
I have all I need, haven't quite lost it
I try so hard to be happy
Cause something goes wrong once again

Please, please come and save me
Tell me what's wrong with my brain
Cause I seem to have lost it


Cause I am afraid of the light
Yeah, you know what I mean

16/03/15

Cheat cheat cheat

LEBIH BAIK NGGAK USAH NGOPEK DARIPADA PAS KOPEKAN DAH SIAP, SUDAH SIAP UNTUK ULANGAN MALAH NGGAK NGOPEK.. KARENA GURUNYA PARAH!!

JIKA SUDAH TAU JAWABAN ULANGAN, JANGAN SEKALI-KALI NGASIH TAU TEMANMU KARENA BELUM TENTU SI TEMAN BAKAL BALIK NGASIH TAU.

JIKA KALIAN MEMBERI TAU LALU MEREKA BALIK MEMBERI TAU DAN SETELAH ITU MEREKA BERTANYA LAGI.. YA UDAH KASIH TAU AJA SELAMA MEREKA NGASIH TAU, DAN JIKA KAMU EMANG PELIT YA UDAH BILANG AJA “NGGAK TAU” BIAR IMPAS.

TETAPI JIKA KALIAN MEMBERI TAU LALU KALIAN BERTANYA DENGAN MEREKA TAPI MEREKA TIDAK MENJAWAB MUNGKIN KARENA PELIT, ANCAM KALAU KAMU TIDAK AKAN MEMBERINYA JAWABAN LAGI.

DAN JIKA DIA BILANG “YA UDAH!” SEBAIKNYA KAMU MENJAWAB “SEMPAT AJA KAU NANYAK MA AKU, SUMPAH NGGAK BAKAL KU KASIH TAU!!”

JIKA ADA YANG BERTANYA TAPI KAMU TIDAK MENJAWAB DAN MEREKA MENGANCAMMU DAN KAMU TAKUT LALU MEMBERI JAWABAN SAMA SAJA KAMU BODOHH! SOK BAIK!!

DAN JIKA KAMU TETAP TIDAK INGIN MEMBERI JAWABAN BILANG AJA “ADUH STRESS KALI AKU, SALAH LA NI” ATAU “EH JAWABAN AKU NGASAL, NGGAK NGERTI LA CARANYA” ATAU “AKU NGGAK TAU, KAU TAU?”.

JANGAN MERASA KASIHAN AMA ORANG YANG NGGAK TAU JAWABAN, BELUM MEREKA BANTUIN KITA DAPAT JAWABAN.

JANGAN BERBANGGA JIKA DAPAT NILAI ULANGAN BAGUS KARENA JIKA TERLALU BANGGA AKAN MEMBUAT KITA MERASA LEBIH BAIK, HASILNYA DI ULANGAN SELANJUTNYA MALAH MENURUN.

PERCAYALAH BAHWA SEDETIK MELAKUKAN SESUATU AKAN MEMBUAT KITA SADAR.

PERCAYALAH BAHWA SEDETIK MELAKUKAN SESUATU AKAN MENAMBAH PENGALAMAN.

12/03/15

HAM

Dosen saya yang tidak setuju dengan pidana mati berpendapat kalau pidana mati itu ibarat memotong ranting, artinya kurang memberi dampak yang signifikan bagi orang lain (yang mungkin akan mengulanginya), karena jelas ranting bisa tumbuh lagi. Dan ia berharap agar akarnya lah yang dicabut sampai lepas supaya kriminalitas itu yang benar2 lenyap dan tuntas, bukan para kriminalnya.

Dia secara tersirat lebih memilih cara yang dipakai pemerintah Norway yang lebih ke arah rehabilitative dan tidak ada pidana mati sama sekali. Intinya, ia menganggap pemidanaan sebagai pembalasan itu = motong ranting, sedangkan pemidanaan sebagai pemulihan = cabut akar.

Sebenarnya saya setuju dengan pendapat Ibu ini, emang kalau hanya memotong ranting terlalu gampang untuk dikatakan menyelesaikan masalah, yah mungkin menunda. Tapi.

Oke kita anggap saja mencabut akar tersebut sebagai solusi, oleh karenanya pasti butuh waktu yang cukup lama. Sedangkan memotong ranting itu cepat tapi efeknya pun juga sebentar, akan tumbuh lagi.

Maka dari itu menurut saya, jika kita semua sepakat untuk menunggu selagi berusaha bersama2 sampai akar itu tercabut selamanya dari tanah (yang notabene butuh waktu lama), bukankah lebih baik kalau waktu yang ada selama kita menunggu itu digunakan untuk memotong rantingnya secara berkala juga?

Get it?

Gini deh, contoh.

Ada pohon depan rumah kita yang merusak pemandangan. Makanya kita pengen musnahin itu pohon. Di kehidupan nyata pasti digergaji lah ya, tapi karena ini contoh jadinya dilebayin aja.

Kita pengen musnahin itu pohon dengan mencabutnya sampai akar2nya. Bisa dikira2 sendiri lah makan waktu berapa bulan, taon mungkin.

Pohon ini semakin lama daunnya semakin lebat dan semakin mencegah kita melihat pemandangan indah di luar sana. Ga sabar lah ya kalo kita nungguin sampe akar pohon itu lepas.

Makanya, selagi kita berusaha untuk menghilangkan pohon itu selama2nya, kita pun juga memilih untuk memotong ranting2 yang ada di pohon itu secara rutin.

Ah gitulah.

12/01/15

Climb higher and higher

Ga bisa tidur, posting sesuatu ah.

***

Langkah-langkah Hanging Belay Panjat:
  1. pasang dua anchor: anchor utama dan anchor backup. anchor utama lebih dekat dengan tebing. 
  2. beberapa runner sudah dipasang di tebing dan diselipin tali untuk panjat. 
  3. korban sudah berada di atas. 
  4. rescuer naik dan memasukkan tali yang sama di runner. jadi di runner terdapat dua lipatan tali yang sama. 
  5. runner terakhir disisakan sebagai tempat dipasangnya pulley. 
  6. setelah pulley dipasang, tali dilepas dari runner paling atas. rescuer turun menghampiri korban dengan menggunakan grigri (ingat letak grigri!). 
  7. ketika sudah dekat dengan korban, rescuer memasang dua konektor ke harness korban, lalu melepaskan simpul delapan dari korban. 
  8. rescuer naik ke atas dengan mengulur tali ke bawah yang tersambung di grigri agar naik, sehingga harness korban dapat dengan mudah dilepas dari runner. sekarang beban korban ada di rescuer. 
  9. akhirnya rescuer dapat membawa korban turun dengan menekan tuas grigri secara perlahan agar korban tidak tersentak. tuas tersebut sangat keras untuk ditekan, ibaratnya tekanlah sekan-akan hampir mau patah.

Langkah-langkah Rescue Panjat:
  1. pemanjat pertama melakukan artifisial vertikal, yaitu memasang beberapa runner untuk sampai di teras tebing.
  2. di awal pemanjatan, pemanjat kedua berperan sebagai belayer di bawah untuk pemanjat pertama
  3. seperti biasa, seorang yang akan melakukan lead, menggunakan simpul delapan untuk dimasukkan ke dalam lubang harness bagian depan (tanpa menggunakan carabiner apapun).
  4. seorang belayer menggunakan CDS + figure eight di harness-nya, fungsinya untuk mengulur tali.
  5. ketika sudah sampai di teras, pemanjat pertama memasang dua runner pertama untuk pengamannya sendiri, satu runner untuk dipasang pulley kecil, dan dua runner untuk pengaman pemanjat kedua (yang akan menyusul). 
  6. setelah itu pemanjat pertama yang sudah berada di atas menjadi belayer bagi pemanjat kedua yang berada di bawah. 
  7. pemanjat kedua yang sebelumnya berperan sebagai belayer kini menjadi seorang yang melakukan lead. 
  8. ia memasang simpul delapan dari tali panjat untuk langsung dimasukan ke harness-nya. 
  9. saat pemanjat kedua memanjat, tali yang sebelumnya diselipkan oleh pemanjat pertama ke dalam runner kini dilepas dari runner-runner tersebut. 
  10. sampai akhirnya pemanjat kedua tiba di teras tebing menyusul pemanjat pertama. 
  11. posisinya saat itu, pemanjat pertama sudah memakai dua pengaman yang telah ia buat sebelumnya agar aman menjadi belayer di atas sana. 
  12. kini pemanjat kedua juga harus memakai dua pengaman yang telah sediakan oleh pemanjat pertama untuknya. 
  13. dan gantian lagi, pemanjat kedua kini berperan sebagai belayer untuk pemanjat pertama, dan pemanjat pertama sebagai leader.
  14. begitu seterusnya.

***

Tulisan ini aku buat ketika selesai dikjut (pendidikan lanjut) divisi climbing pada pertengahan tahun 2014 kemarin. Niatnya supaya ga lupa dan bisa transfer ilmu dengan sodara2 lain yang belum pernah mempraktekkan sebelumnya. Tapi emang dasar daya ingat aku yang lemah dan sudah lama juga ga menerapkan materinya kembali, jadinya sewaktu proker (program kerja) panjat tanggal 14 November 2014 lalu, aku ngerasa benar2 goblok sebagai pemateri. Ini pula yang membuat praktek materinya (rescue) ditunda sampai keesokan harinya, yang ujung2nya juga dipraktekkan terlebih dulu oleh senior yang menyusul.

Pahitnya lagi, esok harinya saat dipraktekkan, terjadi kecelakaan, yang sumpah bikin aku shock setengah mampus. Dan itu terjadi karena anchor yang aku pasang buat mereka.

Untuk kalian yang merasakan dampaknya, mungkin secara pribadi aku belum minta maaf, malah aku saat itu masih terlalu enggan untuk minta maaf, karena aku ngerasa yakin anchor yang aku buat jadi tempat pengaman cukup kokoh dibandingkan anchor yang sebelumnya direkomendasikan padaku. Tapi jujur aku ga suka menjadi satu2nya yang disalahkan, meski aku sadar aku salah.

Oleh karena itu, sekarang, di sini, aku minta maaf yang sebesar2nya kepada kalian untuk kekacauan yang telah aku perbuat.

07/01/15

Old reviews

Ngubek2 isi laptop, ketemu lagi tulisan lama tentang film.

*** 
 
She's the Man (2006)
Starring:
Amanda Bynes
Channing Tatum 

Ulasan:
Film ini bercerita tentang Viola (Amandy Bynes), seorang gadis remaja yang sangat menyukai sepak bola. Kecintaannya pada sepak bola membuatnya ingin bertanding dengan tim lainnya. Tapi pelatih dari sekolahnya tidak mengizinkannya bertanding dikarenakan ia adalah seorang perempuan. Karena kesal, Viola memutuskan untuk masuk ke asrama laki-laki yang seharusnya ditempati oleh abangnya, Sebastian.

Namun Sebastian sama sekali tidak tertarik untuk masuk ke asrama tersebut dan malah memutuskan pergi ke London demi bandnya. Jadilah Viola menyamar sebagai Sebastian demi memenuhi keinginannya untuk mengikuti pertandingan sepak bola. Dan ternyata tim sepak bola dari asrama yang baru saja ditempatinya itu akan bertanding dengan tim sekolah lamanya.

Di asrama tersebut ia bertemu dengan Duke (Channing Tatum) yang menjadi teman sekamarnya. Setelah saling mengenal, Viola (fake Sebastian) mengetahui kalau ternyata Duke menyukai Olivia (Laura Ramsey), sang idola di asrama itu. Tapi yang terjadi malah cinta yang bertepuk sebelah tangan, Olivia sudah jatuh hati dengan Sebastian pada pandangan pertama. Maka timbullah kebencian oleh Duke terhadap Sebastian. Sebaliknya, semakin lama Viola sadar ternyata ia sangat menyukai Duke yang sudah memusuhinya.

Emang sih jalan ceritanya predictable, tapi film ini wajib ditonton bagi yang butuh hiburan terutama yang udah stres akut, karena kita bakal terus ketawa sepanjang cerita. Meskipun di ending sedikit sedih tapi dimasukin humornya juga. Komedinya menyenangkan ditambah dengan aktingnya Amanda Bynes yang lumayan, dan juga Channing Tatum, salah satu aktor favorit saya.

Eh, nyesel lho kalo dilewati film seperti ini. Meski terlalu biasa, setidaknya sangat sangat menghibur. Jangan berpikir film bagus itu cuma yang dibintangi oleh aktor/aktris kelas atas atau garapan sutradara ternama doang.

Lucu: ****
Tingkat keseriusan film: **

***

Green Street Hooligans (2005)
Starring:
Elijah Wood
Charlie Hunnam 

Ulasan:
Film ini bercerita tentang Matt (Elijah Wood), seorang lelaki yang baru saja dikeluarkan dari Harvard University karena dikira menggunakan obat terlarang yang sebenarnya dimiliki oleh teman sekamarnya. Tidak bisa melawan tuduhan atas dirinya itu, akhirnya Matt memutuskan untuk pindah ke London dan tinggal bersama keluarga kakak perempuannya. Lalu ia diperkenalkan dengan Pete (Charlie Hunnam) yang merupakan adik dari suami kakaknya yang bernama Steve.

Pete adalah ketua grup supporter sepak bola di wilayahnya yang memiliki musuh, yaitu grup seberang. Persaingan itu didasari oleh kefanatikan grup Pete pada klub sepak bola West Ham United dengan grup seberang yang sangat membanggakan klub sepak bola Millwall. Pertemanannya dengan Pete membuat hidup Matt berubah menjadi lebih berani dalam menghadapi persoalan maupun tantangan. Di sana ia menemukan arti sahabat yang sebenarnya. Hingga pada suatu saat terjadi perkelahian yang sangat memilukan dan sampai merenggut nyawa di antara mereka.

Yah, terharu sekali menonton filmnya. Ceritanya sama sekali nggak ada unsur percintaan antara lelaki dan perempuan, tapi lebih menyudutkan persahabatan. Sebenarnya saya kurang tertarik kalo nggak ada cinta-cintaannya ntu, tapi ternyata saya sangat menyukai filmnya.

Alasan saya beli dvd film ini karna ngeliat ada Elijah Wood-nya :D. Hmm film low budget yang bagus dan meninggalkan sesuatu di pikiran saya. Mungkin nggak sedikit juga yang bilang kalau film Green Street Hooligans ini membosankan, tapi itu nggak berlaku sama sekali buat saya. Oya saya juga suka soundtrack-nya, One Blood, by Terence Jay.

Mantap: ****
Tingkat keseriusan film: ****

*** 

January 28, 2010