30/06/10

Rudit hasus


Yah, kayanya aku pikir udah cukup buat-buat jurnal gini. Maybe, this would be the last time I write in this blog. Ah, sumpah, gara-gara baca sesuatu jadi bener-bener ngerasa gak ada guna. Saya sangat masih mudah terpengaruh!

Well, I made this blog on June 15, 2010. Aku hanya mikir mungkin 15 hari udah cukup ngetik-ngetik (kaga penting) kaya gini. Ya, aku tau, aku tau. Tapi mungkin aja satu/dua bulan/kapanpun saya pengin nulis lagi. Huehhehe. Who knows?

Lagian 12 postingan udah cukup banyak untuk 15 hari. Kurasa, aku bakal buat jurnal sendiri di buku (diari). Agak susah ngungkapin semua perasaan aku di blog ini. Lagian agak malas juga dibaca orang. ~ok, tapi sapa pulak yang baca, hm, he he~

Btw, saat ini jam 3:10. Bener-bener-bener-bener gak bisa tidur! Udah mejem-mejemin mata tapi tetep aja pikiran melayang-layang. Dan akhirnya pun saya buka laptop mau browsing + buat my last journal on this blog.

Saya sangat menyadari bahwa capek tiap hari harus ngebuka laptop. Tapi ya hanya itulah hiburan saya.

Oh ya, saya pengin curhat bentar. Eniwe, pola tidur saya makin sangat benar-benar enggak teratur. Tidur, tengah malam - siang. Bangun, siang - tengah malam. Gitu-gitu terus.

Saya bener-bener gak bisa maksa-maksain diri buat tidur. Ngantuk itu  kan datangnya di saat yang kita emang udah malas, capek, pusing, dll. Tapiiiiii, kalo lagi ada pelajaran (menjelaskan) di sekolah, saya udah tidur luan (sebenarnya bukan karna faktor malas, jujur, karna emang sering begadang). Ironis.

Nanti rencananya saya bakal bangun jam 9, lalu tidurnya jam 10 malam. Amin.
Okay, goodbye.

P.S. Lagi depresi.

Oh ya, I made this on Sunday, cekdizot (copas):

Now, I just wanna write my favorite artists (I know it doesn't mean, but hey, I like wasting time for making something). I really adore them. I like their works. I like their films. I like their musics. I like their faces. Yaiks, especially you both, Aaron Johnson & Landon Pigg!. But they are only some whom I admire, because there are so many people whom I like.
Well, these are they:

TOM CRUISE (July 3, 1962)
I love his acting in:
Born on the Fourth of July - Collateral - Jerry Maguire - The Last Samurai - Rain Man. 

JUDE LAW (December 29, 1972)
I love his acting in:
Breaking and Entering - Closer - Cold Mountain - The Holiday - Sherlock Holmes.

AARON JOHNSON (June 13, 1990)
I love his acting in:
Angus, Thongs and Perfect Snogging - The Illusionist - Kick Ass - Nowhere Boy - Shanghai Knights.

NICOLE KIDMAN (June 20, 1967)
I love her acting in:
Australia - Cold Mountain - The Hours - Moulin Rouge! - The Others.

NATALIE PORTMAN (June 9, 1981)
I love her acting in:
Brothers - Closer - Leon: The Professional - New York, I Love You - V for Vendetta.

PAUL MCCARTNEY (June 18, 1942)
My ten fave songs from him:
And I Love Her - Blackbird - Eleanor Rigby - Here, There and Everywhere - Hey Jude - I Want to Come Home - I Will - The Long and Winding Road - Michelle - Yesterday.

LANDON PIGG (August 6, 1983)
My ten fave songs from him:
A Ghost - Blue Skies - The Boy who Never - Can't Let Go - Darling I Do -  Falling in Love at a Coffee Shop - Great Companion - High Times - Perfectionist - Sailed on. 

FEIST (February 13, 1976)
My ten fave songs from her:
1234 - Brandy Alexander - Honey Honey - Inside and Out - La Meme Histoire - Leisure Suite - Let It Die - Mushaboom - One Evening - When I was a Young Girl.

***
Nah!
Sebenarnya mau bikin spesifik tentang mereka. Ah, tapi kok saya yang jadi sibuk. Lagian baca aja di wikipedia. Hehe. Jadi, itu hanya hasil kerja mereka aja yang saya tulis, dengan pemikiran yang sangat matang (maksudnya yang jadi favorit saya). Well, itu aja dulu. Daah.

29/06/10

Nevelig


Tengah malam adalah saatnya naluri menulis saya mulai muncul. Wew, padahal sebelumnya saya sangat ngantuk, tapi pas selesai sholat ngantuknya ilang (karna wudhunya kali ya).

Aduh, kayanya saya sering sekali ngelama-lamain waktu sholat. Selalu aja gak pernah tepat waktu. Maksudnya gini, subuh jam enam, dzuhur jam setengah tiga, ashar jam setengah enam, magrib jam tujuh kurang limabelas menit, isa jam satu malam. Maafkan aku, Tuhanku. 


***

Senin, 29 Juni 2010
Semalam (tgl 28), seharusnya pagi-pagi jam lima lewat saya mau jalan-jalan nae sepeda. Udah ngatur alarm jam lima lewat lima, lewat sepuluh – lewat tiga puluh, eh malah gak jadi. Pas bangun mata saya tekejut ngeliat jam udah jam satu. Satu!!!

Astajim. Masa saya gak dibangunin! Setelah saya ngintip di luar, ternyata ada banya tamu. Pantes, padahal biasanya saya selalu dibanguni dengan cara yang tak layak.

Saya udah kangen kali nae sepeda di pagi hari yang jalanannya masih sepi, langitnya masi gelap, bunyinya yang sunyi, cuacanya yang segar, jalan-jalan muteri masjid, sekolah, merdeka walk, de el el. Ahh, terakhir kayanya pas bulan maret-april gitu. Jadi rencana yang udah mateng saya buat sendiri harus tercancel karena gak dengar bunyi alarm yang padahal volumenya udah max.

Jadinya, saat ini jam satu lewat sepuluh menit, saya akan (insya Allah) mencoba untuk bisa bangun jam lima nanti (empat jam lagi). Mudah-mudahan bisa.

Setelah itu, rencananya nanti jam satu siang, saya pengin ke Merdeka Walk (nae angkot), mau beli buku-buku murahan (bukan bajakan). Udah lamaaaa gak ke sana, padahal sangat kepengin (maklum, gak ada transportasi). Ah, coba aja saya punya SIM, gak akan aku minta tolong ama kau.

Hmm, ngantuk lagi, dah ah.

26/06/10

Scary


I wanna write, but now I'm lazy. But I really wanna write, so I'll write it now.

***

Sekarang jam 1 malem, semua orang di rumah lagi pada tidur. Kayanya tiap liburan saya selalu terkena insomnia, gak liburan juga sih, pas mau sekolah saya juga tidur paling cepat jam 12.

Semalam, kira-kira jam dua malam, saya barusan selesai baca sesuatu, dan padahal rencananya abis itu mau tidur, eh tiba-tiba lampu mati, saya yang saat itu lagi di tempat tidur, gak ngapa-ngapai, karna saya denger ada bunyi sesuatu.


~horor~horor~horor~

Ada bunyi yang begerak gitu, di ruangan luar. Di kamar keadaan masih gelap (saya belum ngidupin lampu listrik), saya cuma diam, dan diam (padahal biasanya kalo lampu mati saya langsung parno, gak ngeliat apa-apa), karna bunyinya tiba-tiba tedengar di atap. Ohh takut.
Akhirnya setelah 10 menitan, saya beraniin diri untuk ngambil lampu listrik dengan diterangi cahaya lampu henpon. Lalu, saya letakkan lampunya di atas teve, en then I go to bed again.

Yampyun, bunyinya kagak ilang-ilang juga. Saya yang penasaran, hanya mendengarkan dengan seksama bunyi apa itu... Oke, dalam hati saya udah ketakutan, udah pasrah (udah ngebayangin jadi korban kaya di film Panic Room). Saya takut misalkan tiba-tiba pintu rumah bunyi (alias digondol maling), dan kalo itu terjadi, saya akan pura-pura tidur, karna takut kalo bangun malah dibunuh (tapi nangis kalo ada barang yang dicuri). Ya Allah, tolonglah aku (sumpah, baru kali semalam saya ketakutan setengah mampus).

Rrrrrrrrrrrrrrrrr, angin bertiup kencang, blurrrrrrrrrrrrrr, sangat kencang. Saya denger daun-daun (ranting-ranting/batang-batang) di pohon-pohon rumah saya begerak-gerak (maksudnya tertiup). Wow, betapa kencangnya angin semalam, sampe-sampe atap rumah saya agak goyang. Rrrrrrrrrr. Selanjutnya, angin yang kencang tersebut disusul dengan hujan yang saaaaangaat lebat. Lebat selebat-lebatnya.

Mm, oke, jadi saya mikirnya gini, apakah dari tadi saya hanya mendengar bunyi angin? Ah, masa'an angin ampe masuk ke dalam rumah, yang ngebuat perabotan di rumah saya begerak. Ah, aneh.

Yauda, setelah itu, karna saya udah males mikirin bunyi itu lagi + udah sangat ngantuk, akhirnya saya merentangkan tubuh mungil ini ke tempat tidur. Sssh, saya pun tertidur, dengan lelap :)

Well, inti dari curhatan di atas adalah, saya ngeri kalau tidur lama, takut mendengarkan (atau malah melihat) something weird. Hi hi he. Zz, tapi kayanya, meskipun begitu, kebiasaan tidur lama saya bakal susah diilangin. Ugh, very bad habit.

***

Oh ya, btw, eniwei, nilai-nilai dirapot saya lumayan bagus, alias gak ada NK (nilai kurang). Ehh, and like I said before, saya masuk jurusan ii-peeeeeeeeee-es. ~applause~

P.S. Bingung, apa saya sendiri yang senang masuk jurusan ips, karna kayanya temen saya banyak yang putus asa jadi anak ips.
P.S.S. Akh! banyak sekali nyamuk.

24/06/10

Tour Eiffel


Ngubrek-ngubrek isi laptop, saya nemuin video ini. Salah satu kepingan cerita dari film Paris, je t’aime. Termasuk kisah yang paling saya suka. Just watch it! It’s very entertaining.

23/06/10

Pengin nulis aja


Akhir-akhir ini saya sering baca website seseorang. Membaca websitenya seperti mengunyah permen karet yang membuat saya terus ketagihan dikarenakan tulisannya yang selalu menarik untuk saya baca. Bahasanya apa adanya dan lugas. Emang, sangat banyak yang saya baca dari guestbooknya mengatakan bahwa dia adalah seorang komunis pengecut yang hanya bisa omong doang. Tapi saya rasa dia jujur dengan setiap jurnal-jurnal yang ia buat. Kadang saya tersenyum sendiri dengan tulisannya, kadang saya terinspirasi, kadang saya bingung sendiri, kadang saya tidak setuju, kadang saya yakin, kadang saya blahblah.

Saya selalu menikmati saat-saat membaca tulisannya yang mengkritik, menghujat, dan yang lainnya. Mungkin, seandainya saja itu adalah sebuah buku (seperti buku Raditya Dika yang berdasarkan blognya), maka itu adalah salah satu buku yang paliiiiing saya suka. Dan sepertinya saya punya ketertarikan tersendiri dengan tulisannya. Entah kenapa (ntah karna apa), setiap saat saya baca jurnalnya, saya seperti berkomunikasi dengan dia. Gila emang.

Ada disatu jurnalnya yang sangat saya suka, isinya gini (copas):

...
Di salah satu milis yang saya ikutin, kita ngobrol-ngobrol tentang sastra dan musik. Sastra dan musik yang bagus belakangan ini bukan lagi sastra dan musik yang 'bagus', tapi sastra dan musik yang bisa dijual. Seamuradul apapun sastra dan musik, asal itu bisa dijual, berarti itu bagus.

Padahal apa emang yang namanya sastra dan musik harus bisa dijual dan mahal baru bisa jadi 'bagus'? Pada kenyataannya sastra dan musik itu gratis, milik semua orang, dan nggak ada yang bisa beli. Sastra sejati adalah puisi putus cinta seorang penjaga wc umum bau tinja yang ditulis di tembok wc. Sastra sejati adalah coret-coret smrawut gadis yang baru pertama dateng bulan di diary pertama seumur idupnya. Sastra sejati adalah keluhan kemiskinan mbok-mbok penjaga warung nasi penuh lalat dan nyamuk.

Musik sejati adalah musik dangdut murahan pengalitan yang keluar dari bibir monyong bau dan kasar tukang becak di pinggir jalan yang panas. Musik sejati adalah tangisan yang keluar dari mulut seorang anak kecil yang nangis digaplokin emaknya lantaran ketauan ngintip wc tetangga. Musik sejati adalah teriakan-teriakan kesetanan anak SMU yang lagi kagak ada kerjaan.

Karena musik dan sastra milik semua orang. Karena musik dan sastra adalah gratis untuk semua orang. Karena musik dan sastra pada dasarnya kagak bisa dijual.

Sungguh, saya amat sangat kagum dengan orang ini.

And btw, sebenernya, ehm, (agak males ngakuinya), gara-gara baca tulisan dia, saya jadi terinspirasi ngeblog (meskipun pengetahuan saya masih sangatt jauuuh dari dia).

***

Oke, mungkin saya berlebihan, tapi itu hanya sekedar kekaguman saya saja. Em, saya ingat gimana saya nemuin website itu, yaitu sewaktu saya ngetype di google ‘juru ketik’. Dan begitu saya baca, saya kira itu kisah dia, tapi ternyata cuma karangannya saja (gatau juga). Lalu saya telusuri semua isi websitenya, dan saya baca sedikit-sedikit, eh akhirnya malah senang aja dengan jurnalnya. Tapi sekarang saya agak sedih, tulisannya gak ada yang baru lagi (terakhir post-annya tanggal 6 desember 2008).

CLICK HERE
(Kalo mau baca tulisannya)

Disitu juga ada link ‘bundel’ untuk ngedownload jurnalnya (dari taun 2001-2005). Saya anjurin sih baca aja (walopun banyak yang nganggap dia hanya 'no action, talk only').

P.S. Kalo ada yang baca blog ini pernah baca tulisannya. I just wanna ask, what do you think about him?

22/06/10

Film, oh film


Zz. Dua hari yang lalu ada beberapa film bagus diputerin di teve, dan pasti udah banyak yang nonton, karena memang filmnya sangat bagus. Salah duanya adalah The Prestige (di Trans TV) dan The Shawshank Redemption (di Indosiar). Wiw, The Prestige mau nonton 100x juga saya ga bakal kebosanan. Kalau The Shawshank Redemption, karna saya udah nonton, dan emang durasi filmnya sangat panjang, jadinya saya nonton sebentar aja.

Dan ngomong-ngomong, kayanya Indosiar barusaaan aja beberapa minggu yang lalu nayangin The Shawshank Redemption, masa diputerin lagi. Ya ga masalah sih, biar banyak yang nonton. Daripada nonton tayangan gak mutu.


***

Ng, saat ini saya lagi pengin nulis beberapa film based on true stories yang bagus, at least in my opinion:


CHANGELING (2008)
Berdasarkan kisah Christine Collins yang kehilangan putranya, Walter. Tragis, kayanya kata yang tepat untuk menggambarkan film ini. Ada banyak adegan yang bikin saya depresi.
Menurut saya, akting Angelina Jolie di film ini sangat hebat. Ekspresi dan tokoh yang ia perankan benar-benar mengundang emosi dan simpati penonton. Dan kalau saja tidak ada Kate Winslet di The Reader, saya akan sangat senang apabila dia yang menang Oscar untuk kategori Best Actress. 


INTO THE WILD (2007)
Into the Wild is a film which I love so much. Perasaan saya ketika nonton film ini adalah bahagia, ingin bebas, terhanyut (dengan alam + music scorenya), sedih, dll. Highly recommended!
Ceritanya sendiri tentang perjalanan Christopher McCandless a.k.a. Alexander Supertramp. Ia seorang tamatan high school yang down-to-earth dan tidak materialistik. Salah satu karakter yang begitu berkesan buat saya. Kisahnya sempat bikin saya gila seminggu (gila meneliti siapa itu Christopher McCandless). Just watch! I don't wanna spoil it. 


THE PIANIST (2002)
Menceritakan tentang Wladyslaw Szpilman, seorang pianis Yahudi berkebangsaan Polandia, yang berusaha bertahan hidup dari para Nazi laknat yang melakukan pemusnahan terhadap mereka orang Yahudi.
Film holocaust ini berdasarkan autobiografinya Wladyslaw Szpilman (1911-2000). Lumayan stres nonton filmnya, tapi buat siapa aja yang belum nonton, apa salahnya dicoba. Temen saya yang nonton film ini, jadi tergila-gila dengan sejarah Nazi, and next weeknya kami nonton Defiance, yang kebanyakan perangnya itu.


***

Sekarang saya lagi hunting film Invictus. Penasaran dengan filmnya, yang 'kata orang-orang' disayangkan karna gak masuk Oscar nomination (lagian, banyak pun film bagus yang bukan jebolan Oscar).

20/06/10

A-i-u-e-o


Ish, pengin nonton Toy Story 3, tapi gak bisa. Kangen liat Woody, Buzz, dkk (tapi kayanya saya cuma bakal nonton di dvdnya, and btw, I don't wanna watch the trailer and read the synopsis, biar lebih surprise). Fyi, nampaknya Toy Story bakal menjadi 'The Amazing Trilogy' kaya trilogi-trilogi keren lainnya, yaitu The Lord of the Rings, Spiderman, Back to the Future, The Godfather, American Pie [?].

***

Oh ya, btw, pernah dengar lagunya Feist yang 'When I was a Young Girl'? Kayanya udah dua bulan lebih saya denger lagu itu terus, saking nyamannya di kuping.


When I was a young girl I used to see pleasure
When I was a young girl I used to drink ale
Out of the ale house, down into the jail house
My body salve-aided and hell is my doom

Come mama come papa and sit you down by me
Come sit you down by me and pity my case
My poor head is aching my sad heart is breaking
My body salve-aided and hell is my doom

Please send for the preacher to come and pray for me
And send for the doctor to heal all my wounds
My poor head is aching my sad heart is breaking
My body salve-aided and I'm bound to die

One morning, one morning, one morning in May,
I saw this young lady all wrapped in white linen
All wrapped in white linen
And called out 'the plague'


***

Anyway, hanya di blog ini saya bisa lebih open-minded. You know lah ~gaktau aku~, saya ini orangnya tertutup/pendiam/gak gahol (dll sebangsanya). Yang sering saya kerjakan hanya, ngenet, ngenpon, ngewatch, ngelisten, ngewatch, ngeeatbread, ngeread, ngewalk, ngelisten, ngetik, ngesing, ngeshit, ngeluh, dan ngengelainnya. (except ngetalk (except in home (ya ama mama saya dan kakak saya))).

Mungkin, karna itu saya ngga gaul. Dan, teman-teman yang saya punya pun hanya sekedar 'teman aja', yang tak-deket-deket-amat, yang hanya bicara gitu-gitu aja, yang kebanyakan cuma ngobrol kalo ada kepentingan doang, yang hanya, yang hanya...

Yes. I know that's sound pathetic. Tapi emang dasarnya begono kepribadian saya. (It just can't be changed, and I just can't change it. Not until there's someone who loves me and whom I love, can really makes me change, even at my worst).

Ng, kok malah melankolis gitu jadinya.

P.S. Btw, saya bukannya fobia-sosial. Tapi, saya cuma gak tau gimana caranya menjadi akrab sama orang-orang. That's it.

19/06/10

Yesterday


Yesterday was my last day in class 10.

Akhirnya selesai juga ujian yang telah memeras otak saya selama tiga minggu ini. Mudah-mudahan saya dapat nilai bagus, amin (hm, rada menjijikkan terlalu berharap nilai bagus, tapi emang itu tujuan sekolah nampaknya, semua mengejar nilai). Meskipun ada beberapa pelajaran yang semi-mutlak saya gak tau jawabannya (jadinya kebanyakan nembak).

Oh ya, saya mau cerita dikit tentang kejadian menegangkan semalam, sewaktu ujian fisika.

***

Karna saya udah pusing luan dengan pertanyaan-pertanyaan keparat itu, saya mulai mengambil hape smart saya yang ada di kantong (biasanya pake hape lain, tapi karna gak ada pulsa, pake smart lah). Lalu saya googling jawabannya (tentu aja pertanyaan yang bersifat teori). Karna ada bu *** yang lagi jaga-jaga, saya ketakutan, hape smart tersebut, saya campakkan ke laci. And then, 10 menit kemudian, hape smart bangsat itu begetar (di laci pulak, makin cempreng bunyinya).

Pak ******: "Hp siapa tuh?! Cepat masukin ke tas. Ketauan bapak laporin."
Semuanya diam, perut saya mulai mual.
Pak ******: "Ayo, udah ngaku aja, daripada bapak yang dapet."
Orang-orang saling tuduh. Ada yang liat ke abang di samping saya, abang di depan saya, abang di belakang saya (mungkin karna ekspresi saya yang tidak memungkinkan sebagai tersangka). Dan, untung aja bapak itu males jalan-jalan buat ngecek.

5 menit setelahnya…
Abang di depan nanya (menoleh ke belakang): "Hp kamu ya, dek?"
Saya (dengan sedikit pucat): “Iya”
Abang di samping saya: "Bener?" (dalem ati saya, kok o’on kali abang ini, masa bunyi keras di laci saya kagak dengar).
Saya: "Ee e"
Abang di depan: "Oh gapapa itu gak kami bilang" (sambil mengacungkan jempolnya).
Abang di samping: "Masukin aja dek hapenya ke kantong."
Lalu saya masukin.

Lagi-lagi karna gak tau jawaban, saya ambil hape saya itu. Saya mulai meng-googling lagi. Belum sempat liat jawabannya, tiba-tiba buk *** masuk ke kelas (sebelumnya, dia keluar bentar). Dia jalan-jalan ke belakang pojok kanan (tempat saya bernaung). Saya yang saat itu gak bisa apa-apa, spontanly, cuma lempar tuh hape di laci (again).

Yang saya takutin malah terjadi. Ibu itu duduk di belakang (di samping abang belakang). Oh shitt, takutnya hape smartnya begetar lagi. Saya noleh sekilas ke belakang supaya bisa ngecek ibu itu, supaya aman masukin hapenya ke kantong nanti.

Pasrah, udah pasrah aku…

Finally, ada guru lain yang masuk (biasa, nagih sesuatu). Saat ibuk itu liat ke arah guru yang baru dateng, saya, dengan cara yang paling jitu, menyetak gol hape tersebut ke kantong saya. YESS!

( Itu bukan akhir cerita, karna saya harus berhadapan dengan soal-soal fisika )

Ok, just it. That’s all I wanna say.

Gak deng…
Setelah siap ujian (saya yang paling akhir ngumpul), saya cek itu hape, siapa yang barusan sms (saya udah yakin kawan saya yang sms). Eh ternyata eh ternyata, ta*k!!! Ternyata pesan promosi dari smart. ~kalo gak ada internet gratis, udah kulaknat tuh smart bangsat! masak sehari promosi 10x~

Well, just it. That’s all I wanna say.

Gak juga ah, ada lagi…
Jam 7 magrib, saya dapat pesan yang isinya: "Inalilahi wa inalilahi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah papanya **** ***********."

Dang!
Astaga. Saya gak nyangka, soalnya si **** pas di sekolah ceria-ceria aja (apa hubungannya? itu kan dia, bukan bapaknya). Lagian saya gak tau papanya sakit apa sebelumnya. Yang saya tau, saya hanya bisa mengucapkan belasungkawa.

18/06/10

Me (with my sis) vs. Mom


Sekarang saya mau ngomong agak panjang. Ada cerita gapenting yang pengin saya share dengan kalian. Kayanya gak afdol aja kalo direndem.

***

Semalam di rumah saya ada perang. Mama saya vs. saya dan kakak saya. Ini udah keseratus kalinya (lebih mungkin). Kejadiannya pas jam 2 siang (waktu saya abis pulang ngeprint, padahal sebelumnya gak ada apa-apa). Mama saya ini emosinya sering labil, makanya kami sering berantem.

Pas saya balik ke rumah, ke kamar mama saya, tiba-tiba dia tereak (kakak saya saat itu lagi bersih-bersih).

-Mamasaya (sambil ngeluh): "Kotor kali kamar ini, bersihinlah. Tengok itu rumah si ***, rapi, bersih. Kelen, gak pernah peduli dengan rumah."
-Kakaksaya yang lagi ngerapiin barang cuma diam.
-Mamasaya (pas liat saya): "Kau mira, apa kerja kau dari tadi? Tidur, makan, main laptop, gak ada kau bersihin rumah. Mau enak aja hidup kau!"

Terjadilah percekcokan yang sangat panjang, yang gamungkin saya jelaskan, karna memang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.

( Gambarannya mungkin seperti ini )

-Mamasaya: "patyahohueioghtuathppagerhtuutrryfhfui6rtfhjtawefut!!!!"
-Kakaksaya: "ahuoghadghaiusgdaaertywowaert!!”
-Mamasaya: "isrptwehtuawehptuwehrtauiwithiwuthpwtfeshtshtspi!!!!!"
-Saya: "aghpauoteugddjhffjfydtsgdfgdlfkddifgstyersdhsshtcjeffeefr!!!!!!!"
-Kakaksaya: "aohartewugtabvgas”
-Saya: "weutaweifdgwgevrerywpgfhdoh!"
-Mamasaya: "sauodhaosdgawdfsreeohffghufhd!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

( Perkiraan saya ada 74 baris lagi )

Kakak saya yang merasa gak dihargai karna cacian mama saya tersebut, yang selama ini ngerawat mama saya, yang selama ini jadi supir mama saya, yang selama ini... yang selama ini... (emang kakak saya yang lebih banyak kerja daripada saya). Akhirnya karna gak tahan lagi, dia minggat dari rumah.

-Mamasaya: "Kau? gak pergi kau kaya kakak kau?! Pergi aja kelen."
-Saya (dengan spontan membales): "ini rumah aku. Rumah bapak aku." (maaf karna saya lantang)
-Mamasaya: "Oh. Pigi kau ama bapak kau sana. Kau pikir, aku butuh kali ama kalian bedua." (emang begitu adanya).

Lantas saya ngerjain pekerjaan rumah yang disuruh mama saya, yaitu nyuci. Dia masih aja mencibir-cibir saya dan kakak saya. Yaudahlah, emang itu sifat dasarnya.

Dan ternyata, di rumah saya itu ada teman mama saya. Dari tadi dia tidur di kamar depan (saya pikir udah pulang, hhhr, gak tau dia dengar ato enggak). And then, mama saya cerita-cerita sama tante ****** apa yang baru aja terjadi. ~dengan melebih-lebihkan ceritanya, bahwa kamilah yang salah~

Sebenarnya saya takut. Apa kakak saya emang mau minggat? Apa saya harus disini terus? Apa saya nggak kabur aja sama kaya kakak saya? Apa saya…? APA SAYA…?

Lalu ternyata, hape kakak saya ketuker dengan hape saya (yang tipenya sama). Dia sms ke hape dia, bilang, kalo hapenya ketuker (yang ada di rumah, yang saya baca dua jam kemudian). Saya telpon dia, saya tanya dia pulang kapan. Eh ternyata eh ternyata, dia bilang jam 8 (saya kira dia merajuk berat).

Yaudah, ampe jam setengah lapan dia udah pulang. Kami masih diem-dieman dengan mama kami. Saya denger mama saya bilang ke gini ama kakak saya: “Ngapain kau balek? Pergi aja kau.”

Eh, dan sampai paginya, masih belum ngomongan juga.

Siangnya setelah pulang sekolah (selese ujian), akhirnya udah ngomongan (karna saya nawari roti, siapa yang mau nolak?). Kakak saya bilang kalo dia udah baekan ama mama saya barusan (dia nanyain mama saya apa dia udah makan).

Oke, itu ajah. ~Pas ngetik ini saya lagi bicara dengan mama saya. And fyi, kami ngga pernah berantem lebih dari tiga hari, meskipun yang ini cuma sehari.~

Dan... apakah anda sudah bisa mengambil kesimpulan kenapa itu semua terjadi?
karna RUMAH ORANG.

P.S. Maaf kalo kalian (yang baca ini) berpikir saya menjelekkan orang tua saya sendiri. Karna saya cuma mengatakan yang sebenarnya. Dan saya hanya ingin berbagi kisah.
P.S.S. Saya ingin mengatakan maaf (lagi), tapi kayanya gak perlu. Oke, kayanya saya harus bilang maaf. Maaf, bahasa saya agak kaku (saya sendiri geli bacanya).

17/06/10

Aku benci fisika


Curhat bentar. Jari-jari saya ini lagi gatel, pengin ngetik sesuatu.

***

Saya gak pernah ngerti ama yang namanya fisika, sejak smp. Entah gak pernah ngerti atau emang gak pernah mau ngerti.

SMP, guru fisikanya perempuan, killernya minta ampun. Asal pelajaran dia anak cowok yang tengik pun gak bisa apa-apa. Dan menurut saya, dia adalah guru perempuan paling menakutkan yang pernah hidup.

SMA, guru fisikanya laki-laki, ya Allah, ngajarnya emanglah bagus, detil, pokoknya bagus, tapi gaya ngajar bapak itu udah kaya ngajar mahasiswi (ngebut terus). Janganlah kek gitu pak! Sesuai umur napa?! Walopun gitu bapak itu adalah guru yang paling dihormati ama guru lainnya (termasuk muridnya). Saya kurang suka dengan bapak itu, karna dia sering beda-bedain muridnya. Pernah dulu dia bilang ama saya, "Kamu jangan masuk ipa nanti ya!" xfmatgwafdtytxvge.

Gila, padahal sebelumnya saya lumayan kagum dengan bapak itu. Tapi waktu dia bilang kaya gitu (di depan murid lainnya pula), gak ada respect buat dia lagi. Dia bilang kaya gitu karna saya cuma bengong aja pas pelajaran dia (faktor lainnya dia liat catatan saya yang salah). ~NAPA CUMA SAYA PAK?! BANYAK YANG LAENNYA GAK NGERTI FISIKA!! KENAPA BAPAK CUMA CURIGA AMA SAYA?!~

Yaudahlah, akhirnya saya pun udah gak berminat lagi masuk ipa.

P.S. Semalam saya gak ada belajar fisika sama sekali. Catatan gak lengkap! Jadi cuma belajar TIK. Sumpah, sekarang saya ketakutan ngadapin fisika besok!

16/06/10

Alamak


Morning! Sekarang jam 10:02 pagi, masih seger cuacanya. Ah, paling jam 11 nanti udah gerah. Oh Indone, Indone, kapan kau sembuh?

Sumpah, sumpek kali aku di rumah. Dari tadi gila disuruh-suruh. Emang gua babu lo? Ck ck. Oke, itu hanya sekedar keluhan gak penting. Yang pengin saya keluhkan sekarang adalah, sekarang saya lagi libur (that's not the complaint), libur tiga hari malah, selasarabukamis. Maklum, ada senampaten (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). So, yey I’m free...!

But, the problem is… ada beberapa tugas yang males saya kerjain, tapi harus dikerjain sekarang juga!! Wattheh... Dikasi libur malah nyiksa. Padahal waktu libur ntu mau saya pake buat belajar fisika (lesson that I hate most). It’s ok, yang penting nanti ujian bisa jawab. At least, saya cuma bisa doa dan ngarep ~ahaha, gataulah, God, please help me...~

Nah kan, barusan aja disuruh lagi. Akhhh!

Lanjott...

Semalam saya smsan dengan kawan lama (kawan sebangku pas smp). Dan kami bahas tentang apa aja, dari yang serius sampe yang gapenting. Kangen juga sih, udah lama gak jumpa (egh, kalo ketemu pun biasa-biasa aja).

Oh ya, btw, I just got my haircut. Dan selalu, asal tiap potong rambut ada aja penyesalan. Yasudahlah, penyesalan selalu datang belakangan (gak nyesal-nyesal amat sih). ~Every moments, there are always regrets, even in times of happiness~

Geez, udah ah, aku mau belajar dulu. Lagian udah setengah jam lebih saya nulis. Okelakalobegeto, untuk hari ini segitu aja jurnalnya. Salam.

P.S. For you who read this blog at anytime, have a good day!

15/06/10

Hell-O


Hai hai semuanya... oke, ini postingan pertama saya di blog pertama juga. Gatau entah apa yang bikin saya mau ngeblog, padahal bakat nulis saya masih seutil. Tapi sebenarnya udah lama sih pengin nyoba yang namanya blog itu, dan kayanya baru sekarang bener-bener ada niatnya. Bahkan saat ini aja saya masih ragu mau nulis apa. Ohh. Eh. Hmm... ~bengong di depan monitor~

Jujur, saya sering, sangat, begitu ngiri ama manusia-manusia yang punya bakat nulis. Bisa buat karangan, puisi, novel, cerpen, lirik, delel. Entahlah.. tapi saya ngga boleh nyerah gitu aja, kan? Saat ngetik ini saya jadi ingat ada kalimat yang gak-tau-benar-apa-betul bilang: "Nulis itu hanya dibutuhkan 1% bakat dan 99% kemauan." Akh well kalo gitu, peduli amat. Toh selama ini kemauan saya gede (masalahnya kemauannya diimbangi dengan rasa malas, jadinya ngga jadi-jadi).

Hhhr, okelakalobegeto, kayanya cuma itu aja openingnya. Selanjutnya saya bakal nulis apapun yang pengin saya tulis disini. So, the point is, blog ini adalah tempat (tong sampah) untuk mengungkapkan segala curhatan maupun omongkosong saya pribadi. Ok?

Aye aye. Btw, thanks for reading. See ya...